nominal?

air mata itu, tumpah ruah entah bertaburan dimana. dapatkah aku mengaisnya kembali? sementara kesal beradu dengan sesal. ahh bodoh. aku mulai memutar otakku sejenak, tunggu aku masih ingin menghentakkan kaki, meremas tanganku menggeluti sesal yang luar biasa. haruskah aku berjalan tegak? atau merangkak diatas bara api yang berusaha membakar amarahku. sudahlah! aku muak menggeluti panggung sandiwara tak ber klise ini. aku lelah menduduki singgasana ratu yang hanya memegang gelar. kutegaskan hanya gelar. mungkin saat ini aku harus beranjak dari keramaian. beranjak dari keterpurukan. ini gila! absurd! tak berlogika. jika nominal angka di selembar kertas itu menjatuhkan segalanya. menjatuhkan semangatku, menghancurkan benteng airmataku. merobohkan tiang emosiku. ya aku memang marah, kesal, sedih, muak, kepada siapa aku menyalahkan keadaan ini? kepada pola abcd? kepada beberapa karakter kata yang tersurat disana? ataukah pada rumus trigonometri yang membuatku hancur? tidak! tentu saja kesalahan berpihak padaku. aku yang memandang mudah, aku sendiri yang tergoda oleh kenyamanan tergiur dengan kemudahan. mungkin ini cambukan, teguran Allah swt untuk menyadarkanku, mengangkatku dari bara api yang berusaha melahapku saat ini.

posted under | 0 Comments

selamat pagi 17 :)

pagi ini mentari masih malu malu menyeringai ditengah kemelut awan. dia masih tersenyum manis dalam mimpinya. selamat pagi 17 :) selamat pagi kedewasaan, selamat pagi pribadi yang lebih baik, selamat pagi untuk semua yang terbaik. aku terduduk menatap diriku, mencoba menerawang masuk kedalam fikiranku, sosok mungil, 
yang hanya tersenyum bahagia ketika melihat sang bunda. aku yang bahkan belum mengerti apapun, hanya mengedipkan bola mataku, menguap diantara lelah dan kantuk, menangis sekencang mungkin. sosok bidadari dan pangeran duniawiku yang memapah kedua tanganku, dengan sabar menungguku menapakkan satu per satu kaki mungilku, keringat,jerih payah,letihpun ditampik. entah berapa tetes airmata bahagia yang tercurah ketika melihatku tertawa, melihatku menjejakkan langkah pertamaku, langkah menapaki dunia fana ini. aku beranjak menjadi gadis kecil
lihat, aku tertawa, menggemaskan. tunggu, aku belum ingin meledak, aku masih ingin mengagumi perjalanan hidupku. saat itu aku hanya tahu bermain, tertawa, menangis, aku bahkan tak pernah berfikir apapun tentang keadaan. tanpa beban. dapat kusimpulkan demikian. apakah gadis kecil ini tetap dapat tertawa hingga ia dewasa nanti? entahlah. 
 tampak wajahku yang bulat dengan pipi bakpau. chubby. demikian aku mendeskripsikannya. masa disaat aku mulai mengerti sebagian keadaan disekitarku, aku mulai mengerti beberapa tetes air mata, senyum kecut, senyum tulus yang kian hari menampakkan wajahnya di kehidupanku. haruskah demikian? tidakkah aku lebih bahagia menjadi gadis kecil manis yang hanya mengerti caranya bermain?
aku kini telah menjadi remaja, young girl, bukan lagi anak kecil yang hanya bisa bersikap manja. hanya bisa melipat tangan dan menggerutu disaat kesal menghalaunya. aku sudah harus mengemas sikapku dengan baik, mengemas perkataanku, meredakan gejolak emosi yang biasa kuredakan dengan menarik nafas panjang.
aku telah tiba di penghujung angka 16 dalam hidupku, 16 tahun yang kurasa cukup buruk untuk 6 tahun terakhir.
kini aku menapaki tanggal 2 desember ini dengan usia kedewasaanku "17" selamat tinggal 16 tahun kehidupanku :) terima kasih Tuhan untuk 16 tahun kehidupan yang telah kau berikan. semoga 17 ini menjadikanku wanita muslimah yang lebih baik.

Terima kasih untuk 16 tahun kehidupanku, Ya Allah

Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda
Diberdayakan oleh Blogger.

Inilah situs dimana semua apresiasi diri saya tuangkan :) yang saya tulis tidak selalu berisi tentang saya.


Followers


Recent Comments