nominal?
air mata itu, tumpah ruah entah bertaburan dimana. dapatkah aku mengaisnya kembali? sementara kesal beradu dengan sesal. ahh bodoh. aku mulai memutar otakku sejenak, tunggu aku masih ingin menghentakkan kaki, meremas tanganku menggeluti sesal yang luar biasa. haruskah aku berjalan tegak? atau merangkak diatas bara api yang berusaha membakar amarahku. sudahlah! aku muak menggeluti panggung sandiwara tak ber klise ini. aku lelah menduduki singgasana ratu yang hanya memegang gelar. kutegaskan hanya gelar. mungkin saat ini aku harus beranjak dari keramaian. beranjak dari keterpurukan. ini gila! absurd! tak berlogika. jika nominal angka di selembar kertas itu menjatuhkan segalanya. menjatuhkan semangatku, menghancurkan benteng airmataku. merobohkan tiang emosiku. ya aku memang marah, kesal, sedih, muak, kepada siapa aku menyalahkan keadaan ini? kepada pola abcd? kepada beberapa karakter kata yang tersurat disana? ataukah pada rumus trigonometri yang membuatku hancur? tidak! tentu saja kesalahan berpihak padaku. aku yang memandang mudah, aku sendiri yang tergoda oleh kenyamanan tergiur dengan kemudahan. mungkin ini cambukan, teguran Allah swt untuk menyadarkanku, mengangkatku dari bara api yang berusaha melahapku saat ini.
0 komentar:
Posting Komentar