Rindu


Teruntuk kamu yang masih bertahan dalam duniamu

     Selamat pagi dunia, selamat pagi untuk seseorang disana yang menjejakkan kaki dengan kisah barunya, lihat awan itu akankah kamu sedang memandangnya juga? kenangan yang berusaha masuk melalui celah celah keletihanku, sejenak membangunkanku menyadarkanku betapa awan itu terasa berbeda karena aku memandangnya seorang diri. ya, tidak denganmu disisiku. masih terlihat jelas dimataku sosokmu yang begitu memikat, sosokmu yang bahkan enggan untuk kugantikan. Kamu masih menjadi alasan untuk setiap teardrop di gitar ini. masih menjadi alasan bagiku untuk menutup rapat hati ini. Kamu yang begitu mudah mengatur alur cerita hidupku. Apakah kamu dalang? dalang cerita hidupku yang sebenarnya enggan untuk ku hadirkan. Aku masih terpaku menatap cermin yang bahkan tak bisa menampakkan sosokmu yang sebenarnya, kamu begitu tampak sempurna dimataku. Kebohonganmu, kesalahanmu, kekhilafanmu, terhempas begitu saja oleh pesonamu. Cinta itu buta, iya. bukan buta akan paras, namun cinta membuatku tak berdaya membuat semua yang salah padamu dibenarkan oleh keadaan. Keadaan dimana aku enggan menyalahkanmu, menampik sosok luar biasa yang selalu kudengungkan namanya. 

     Kamu yang membuatku jatuh terlalu dalam, terlalu larut dalam jutaan kata cinta rindu yang menghipnotisku. Dan kamu menendangku keluar begitu saja, keluar dari zona yang kusebut zona luar biasa, zona penuh dengan kenyamanan. Membayangkan untuk bisa membangun kebahagiaan bersamamu saja sudah cukup bagiku, tanpa harus menyadari ini hanyalah ANGAN saja. Aku telah lelah memapah menopang rindu seorang diri dengan berdiri tanpa satu kaki, mencari tempat paling ampuh untuk mengusir perasaan ini : airmata. Rindu ini terlalu menyiksaku rindu yang membuatku larut dalam air mata membuatku memeluk erat boneka berkaca mata dengan baju biru yang kau berikan tahun lalu, ingat?. Sudah lupakan saja, isyarat sikapmu yang seakan mengatakan "Kau harus bisa seperti aku, yang sudah biarlah sudah" begitu mudahnyakah kamu menyeringai segala kenangan, menghapus segala memori, mengubur dalam dalam semua hal yang terikat jelas dengan aku dan kamu. you're my downfall, you're my muse my worst distraction, my rhythm and blues.
Semoga rindu yang kita pendam akan menemukan titik pertemuan suatu hari nanti.


posted under | 0 Comments

Senyum Palsu

Senyum Palsu

Seminggu setelah kau pergi teman silih berganti menghiburku berkata semua teratasi dan terus di balik senyum palsu ku dengar dirimu ..*Now Playing Sheila On 7-Betapa.
Sudah berapa kali lagu ini berdering? , berulang kali jemariku menyentuh sign play back. berulang kali pula aku bernyanyi beriringan dengan air mata yang entah masih berserakan dimana. apakah aku masih harus berdiri di tempat ini? tempat dimana DULU aku tak seorang diri. lalu bagaimana sebelumnya? tentu saja aku menapakkan kaki disini berdua, ingatkah kamu lelaki jangkung kurus penuh dengan misteri? kita pernah saling menggenggam tangan, kita pernah saling menatap pernah saling melakukan hal absurd yang bahkan dianggap orang berlebihan. ingatkah kamu kita pernah tertawa bersama, pernah menangis, jemarimu yang sulit untuk kuraih saat ini dulu pernah menghapus air mataku. ingat? sepertinya tidak.
Sesak, aku sulit bernafas aku enggan menuturkan kata apapun bercerita tentang kitapun aku tak sanggup. Aku hanya mampu menerawang hanya mampu mengingat, menjelma menjadi ingatan masa laluku. Kisah kita yang sangat aku banggakan, kisah yang kita angankan berakhir hingga masa tua, akankah hanya angan? namamu yang slalu kusebut dalam setiap pembicaraanku dengan siapapun, kebanggaan luar biasa karena aku mampu mendampingimu. Mungkin aku harus mulai belajar, mungkin aku harus berhenti menyerang diriku dengan keadaan ini, dengan memulai medan perang untuk mengingatmu, untuk melibatkan kenangan kita di setiap sudut kota ini, Aku yang masih membasahi selimut tidurnya dengan air mata karenamu, masih berdiri ditempat ini tempat dimana kamu bernjak pergi terdiam menatap jejak kaki menunggu uluran tanganmu kembali.

teruntuk kamu yang selalu memperjuangkan aku sebagai masa depanmu (dulu)

nominal?

air mata itu, tumpah ruah entah bertaburan dimana. dapatkah aku mengaisnya kembali? sementara kesal beradu dengan sesal. ahh bodoh. aku mulai memutar otakku sejenak, tunggu aku masih ingin menghentakkan kaki, meremas tanganku menggeluti sesal yang luar biasa. haruskah aku berjalan tegak? atau merangkak diatas bara api yang berusaha membakar amarahku. sudahlah! aku muak menggeluti panggung sandiwara tak ber klise ini. aku lelah menduduki singgasana ratu yang hanya memegang gelar. kutegaskan hanya gelar. mungkin saat ini aku harus beranjak dari keramaian. beranjak dari keterpurukan. ini gila! absurd! tak berlogika. jika nominal angka di selembar kertas itu menjatuhkan segalanya. menjatuhkan semangatku, menghancurkan benteng airmataku. merobohkan tiang emosiku. ya aku memang marah, kesal, sedih, muak, kepada siapa aku menyalahkan keadaan ini? kepada pola abcd? kepada beberapa karakter kata yang tersurat disana? ataukah pada rumus trigonometri yang membuatku hancur? tidak! tentu saja kesalahan berpihak padaku. aku yang memandang mudah, aku sendiri yang tergoda oleh kenyamanan tergiur dengan kemudahan. mungkin ini cambukan, teguran Allah swt untuk menyadarkanku, mengangkatku dari bara api yang berusaha melahapku saat ini.

posted under | 0 Comments

selamat pagi 17 :)

pagi ini mentari masih malu malu menyeringai ditengah kemelut awan. dia masih tersenyum manis dalam mimpinya. selamat pagi 17 :) selamat pagi kedewasaan, selamat pagi pribadi yang lebih baik, selamat pagi untuk semua yang terbaik. aku terduduk menatap diriku, mencoba menerawang masuk kedalam fikiranku, sosok mungil, 
yang hanya tersenyum bahagia ketika melihat sang bunda. aku yang bahkan belum mengerti apapun, hanya mengedipkan bola mataku, menguap diantara lelah dan kantuk, menangis sekencang mungkin. sosok bidadari dan pangeran duniawiku yang memapah kedua tanganku, dengan sabar menungguku menapakkan satu per satu kaki mungilku, keringat,jerih payah,letihpun ditampik. entah berapa tetes airmata bahagia yang tercurah ketika melihatku tertawa, melihatku menjejakkan langkah pertamaku, langkah menapaki dunia fana ini. aku beranjak menjadi gadis kecil
lihat, aku tertawa, menggemaskan. tunggu, aku belum ingin meledak, aku masih ingin mengagumi perjalanan hidupku. saat itu aku hanya tahu bermain, tertawa, menangis, aku bahkan tak pernah berfikir apapun tentang keadaan. tanpa beban. dapat kusimpulkan demikian. apakah gadis kecil ini tetap dapat tertawa hingga ia dewasa nanti? entahlah. 
 tampak wajahku yang bulat dengan pipi bakpau. chubby. demikian aku mendeskripsikannya. masa disaat aku mulai mengerti sebagian keadaan disekitarku, aku mulai mengerti beberapa tetes air mata, senyum kecut, senyum tulus yang kian hari menampakkan wajahnya di kehidupanku. haruskah demikian? tidakkah aku lebih bahagia menjadi gadis kecil manis yang hanya mengerti caranya bermain?
aku kini telah menjadi remaja, young girl, bukan lagi anak kecil yang hanya bisa bersikap manja. hanya bisa melipat tangan dan menggerutu disaat kesal menghalaunya. aku sudah harus mengemas sikapku dengan baik, mengemas perkataanku, meredakan gejolak emosi yang biasa kuredakan dengan menarik nafas panjang.
aku telah tiba di penghujung angka 16 dalam hidupku, 16 tahun yang kurasa cukup buruk untuk 6 tahun terakhir.
kini aku menapaki tanggal 2 desember ini dengan usia kedewasaanku "17" selamat tinggal 16 tahun kehidupanku :) terima kasih Tuhan untuk 16 tahun kehidupan yang telah kau berikan. semoga 17 ini menjadikanku wanita muslimah yang lebih baik.

Terima kasih untuk 16 tahun kehidupanku, Ya Allah

الله selalu disisiku :)

       hai gadis manis, berapa kali kau meneteskan air mata hari ini? sekian. jawabku tanpa memandang pertanyaan yang entah bermuara darimana. aku bahkan tidak bisa menghitung tetesan air mataku untuk hari ini, HANYA HARI INI, hanya 24 jam 1440 menit 151200 detik, aku berkutat dengan dunia kelam ini. aku letih, sangat amat lelah mungkin. aku sulit bangkit layaknya hari kemarin, dimana aku menyebut diriku sebagai wanita kuat, embel embel strong girl yang kutorehkan di bio dunia 140 karakter itu kini sudah melebur bersama airmataku. aku berdebat dengan kenyataan.tolol.
         hari ini aku hanya menemukan beberapa senyum manis di sudut bibirku, aku yang disebutnya sebagai wanita ceria, apakah aku masih demikian? rasanya tidak. aku kehilangan keceriaan, kehilangan tawa bahagiaku, Tuhan, aku tidak meminta lebih, hanya kuatkan aku :') biarkan saja aku terombang ambing dalam dunia kelam ini sementara mereka tertawa lepas menatapku menghalang badai ini. semua tetesan air mataku tak berarti apa apa untuk membayar 1 senyuman mereka.
         apakah aku dilarang untuk merasakan hal yang sama? apakah aku harus terdiskriminasi oleh keadaan? kadang aku berfikir keadaan tidak adil! keadaan hanya berpihak pada mereka, keadaan seperti membuang muka, menampik kehadiranku dalam lingkupnya. kenyataannya tidak! keadaan ini mengujiku, keadaan ini rintangan. rintangan yang mengubah pribadi manja ini menjadi sosok dewasa.
         aku tak memerlukan bahu untuk bersandar, tak memerlukan tangan kekar yang menghapus air mataku, tak memerlukan tubuh perkasa untuk memelukku, karena aku tahu Allah selalu mendekapku :)


saksi bisu

            aku lelah mengenal sosok lain darimu. aku lelah menampikkan wajahku ketika bola mata ini harus tertuju pada sosok perkasamu. kamu perkasa,gagah, memang menawan.
            aku tak bisa munafik tak bisa mengurungkan niatku untuk menghardikmu. kamu bodoh, sangat amat bodoh, lihatlah gadis kecil yang dulu kau manja, kau cerca dengan beribu rayuanmu yang entah membuatnya tersipu. hanya buaian tajam yang menusuk hingga mmbuat relung hatinya terluka.
            lihat pintu itu, ya itu ruang dimana kenangan kita pernah terlukis bersama. kenangan dengan deraian air mata, hanya setitik senyuman yang terlukis di sudut bibirku. aku hanya diam, menerawang kebodohan, memaki diriku secara berlebihan. aku bahkan tampak sangat bodoh dihadapan Tuhan. apakah aku hanya wayang yang bisa kau mainkan setiap saat? apakah begitu mudahnya kamu memainkan peran antagonis dalam kehidupanku?? menjadi dalang hidup yang sebenarnya enggan untuk ku hadirkan.
            pergilah, menjauhlah dari pohon yang telah lapuk ini, bersanggalah pada pohon muda yang tentunya lebih kamu idamkan. boneka ini saksi bisu air mata dan cerca makiku. selamat tinggal saksi bisu dari kisahku, terbenamlah kamu dalam api yang melarutkan kisah dan kesedihanku

Dari pemilik saksi bisumu :)

posted under | 0 Comments

Selamat pagi air mata

Selamat pagi untuk kamu yang tak pernah lelah menggurat sejuta luka di hatinya, tahukah kamu? pesan singkat yang kau tuturkan tanpa menggunakan logika itu telah membuat ribuan tetesan airmata yang sempat terbendung sejak lama. kuucapkan terimakasih :)

    Bukan aku tak menghormati, justru aku sangat mengidolakanmu, sosok gagah laksana arjuna yang bijaksana. tapi itu dulu sekali lagi kutegaskan, itu DULU. apakah sekarang sosok arjuna yang kuidolakan kini menjadi sosok yang tak pernah kukenal sebelumnya? aku sangat mengenal parasnya, namun sikapnya tak pernah kumengerti. aku lelah melihat dia menengadahkan tangan yang membendung tetesan air matanya sembari berdoa. dia berpura pura menjadi sosok kuat dihadapan kami, tapi aku tau hatinya telah rapuh. tak sanggup mengobati guratan yang terus kau torehkan. kami tak mengerti apa yang menjadi jalan fikiranmu, apakah pandanganmu padanya hanya tertuju pada sisi buruknya? sisi buruk yang bahkan hanya opinimu saja.
       Apakah kau tak penat memikirkan segala kemungkinan terburuk yang entah kau simpulkan darimana. dia kau anggap layaknya batari durga yang tak pantas mempunyai sikap baik! akankah demikian? pemikiran bodoh! cepatlah kembali. kami merindukan sosok arjuna itu. tolong, hentikan semua ini, berhentilah menorehkan luka! karena aku lelah menampik semua fakta ini.!!!!

Dari seseorang yang mengidolakan sosokmu yang dulu :')

Postingan Lama
Diberdayakan oleh Blogger.

Inilah situs dimana semua apresiasi diri saya tuangkan :) yang saya tulis tidak selalu berisi tentang saya.


Followers


Recent Comments